Tittle : A Whole New World
Main Cast : Wookie, Kyuhyun.
Soundtrack : You're My Endless Love, Just You, The One I Love, A Whole New World (Peabo & Regina) + You Are So Beautiful & Marry You
...........
Laki-laki itu kembali ke Korea.
Saat itu, Wookie sedang merayakan album keduanya di sebuah bar. Wookie terkejut melihat Lee Donghae, kakak Sungmin ada di tempat itu. Tiba-tiba Lee Donghae naik ke atas panggung dan menyanyikan sebuah lagu, sambil menari. Di tengah-tengah lagu, ia mengajak Hyukkie untuk naik ke atas panggung *Kalo udah gini, tau, kan , lagunya apa?^^*.
Saat lagu berakhir, Donghae mengambil sesuatu di saku celananya, sebuah kotak berwarna biru. Kemudian ia berlutut di hadapan Hyukkie, “Would you marry me?” tanyanya.
Hyukkie tampak terkejut karenanya. Ia tercengang beberapa detik sebelum akhirnya memegang lengan Donghae, menariknya untuk berdiri, memeluk, dan mengecupnya tepat di bibir.
Wookie terkejut melihat itu, ia senang karena sang manajer telah menemukan pasangan hidpunya. Namun entah mengapa dirinya merasa sunyi. Ia pergi ke bagian paling atas dari bar itu dan melihat pemandangan dari situ.
Lampu-lampu begitu indah menerangi jalan. Ada yang berkelap-kelip. Tiba-tiba suara kembang api menganggetkannya. Ia tertawa sendiri karena hal itu. Semua perasaan bercampur aduk dalam dirinya. Senang, sedih, terharu. Hal itu membuat air matanya menetes.
“Gadis cantik ini terlalu cengeng... selalu saja menitikan air mata..” Ucap sebuah suara dari belakang Wookie.
Gadis itu terkejut. Ia seperti mengenali suara itu. Perlahan, ia menolehkan kepalanya ke arah belakang, dimana suara itu muncul. Ia menyipitkan matanya, karena posisi laki-laki itu yang berada di bawah lampu, membuat matanya silau.
“Wookie ah...” Ucap suara itu lagi.
Wookie berjalan mendekat dan langsung memeluk orang itu. “Oppa....!” ucapnya di sela-sela isakannya.
Laki-laki itu membalas pelukan Wookie. Ia memeluk Wookie dengan sangat erat, seakan tak akan melepaskannya lagi. Ia mengecup dahi Wookie yang terhalang poni.
“terimakasih karena menungguku..”
“Jahat, mengapa pergi begitu lama?” Ucapnya masih tetap terisak.
“Maafkan aku....” Ucap Jongwoon.
“Kau pikir itu cukup?”
“Jadi apa yang harus aku lakukan?”
“Diam di sini, seperti ini...” Ucapnya sambil mempererat pelukannya.
“Hei, aku tak dapat bernafas... kau ingin aku mati?” Jongwoon mengucapkannya setengah tertawa.
Akhirnya Wookie melepaskan pelukannya dan menatap Kim Jong Woon dalam-dalam.
“Aku merindukamu, Oppa...”
“Na do...” ucap Jongwoon sambil merapihkan rambut Wookie dan menyelipkannya diantara telinga.
“Wookie ah.....” Teriak seorang perempuan yang tiba-tiba datang ke tempat itu, membuat Wookie dan Kim Jong Woon terkejut dan melepaskan pelukannya. “Yah, kau sudah kembali?” Seru Hyukkie, gembira.
“Hyukkie ah, selamat... kudengar kau sudah dilamar seseorang?” Kim Jong Woon mendekati Hyukkie sambil menjabat tangannya.
“Terimakasih Jongwonnie..” Hyukkie menjabat tangan Jongwoon. Saat itu, datang lah Donghae yang langsung merangkul pundak Hyukkie. “Oppa, perkenalkan, ini Kim Jong Woon, mantan rekan kerjaku,” Hyukkie memperkenalkan keduanya.
Setelah saling bersalaman, Donghae pamit untuk mengantar Hyukkie pulang. Sementara Jongwoon dan Wookie tinggal di tempat itu beberapa saat untuk saling berbicara, sebelum akhirnya pulang.
“Ehm, besok, ada jadwal?” tanya Jongwoon pada Wookie saat mereka sedang di jalan.
“Besok jadwalku cukup padat, Oppa. Tapi bila Oppa menginginkan kita bertemu, mungkin besok malam aku bisa. Sekitar pukul 11 malam, setelah Golden Disk Award, bagaimana?”
“Kau tidak lelah?” tanya Jongwoon.
“Setelah bertemu Oppa, lelahku akan hilang =)” Ucap Wookie sambil tersenyum.
Keesokan harinya di rumah Kyuhyun, ia terpaksa membolos salah satu mata kuliah praktikum karena istrinya, Minnie mengeluh perutnya sakit. Ya, Minnie sedang mengandung anak pertama mereka, dan ini memang sudah bulan ke-9.
“Iya, aku tahu perutmu sakit... Bersabarlah sedikit! Aku sedang mengemasi barang-barangmu!” Teriak Kyuhyun yang kesal sekaligus cemas mendengar erangan dan tangisan Minnie.
Setelah selesai berkemas, ia menggendong istrinya ke dalam mobil dan menyupir dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.
Sudah 10 jam Kyuhyun menunggu istrinya di rumah sakit, namun anak yang dikandung Minnie belum juga lahir *pengalaman G nungguin nyokap bantuin orang lahiran di rumah sakit, mulesnya dari malem, c’baby baru lahir malem berikutnya T.T (itu di Indonesia, kgk tau di Korea gimana^^)*.
Kyuhyun merasa takut terjadi apa-apa dengan istrinya. Ia terus duduk di samping Minnie sambil memegangi tangannya. Ia benar-benar tak dapat memikirkan apapun. 1 jam kemudian perawat meminta Kyuhyun untuk keluar.
Di luar ruangan, Kyuhyun sangat tegang. Ia berjalan mondar-mandir di depan ruangan. Wajahnya mengeluarkan keringat dingin. Tangannya pun terasa sangat dingin. Orang tuanya dan orang tua Minnie hanya menatapnya sambil tersenyum.
Ayah Kyuhyun menghampiri dan menepuk bahunya, “Istrimu orang yang kuat, ia akan baik-baik saja,” Ucap ayahnya dengan bijaksana sambil tersenyum.
Kyuhyun menghela nafas dan mulai mau untuk duduk. Meskipun demikian, kakinya tetap ia ketuk-ketukan ke lantai, sementara tangannya saling menggenggam satu sama lain dengan kencang. Berkali-kali ia menghela nafas, namun rasa khawatir itu tidak kunjung pergi.
Ia memutuskan untuk menelepon Wookie, sahabatnya. Satu kali... dua kali.... 10 kali... namun tetap tidak diangkat.
“Haish!” gerutunya sambil menengadahkan kepala, tanda kesal.
Sedang apakah Wookie?...
“Penghargaan Album terbaik jatuh kepada... Kim Wookie!” Teriak MC.
Wookie berjalan ke arah panggung. Ia sedang menghadiri Golden Disk Award dan memenangkan bebrapa penghargaan. Salah satunya, Album Terbaik. Ia yang saat ini sedang menggenakan gaun berwarna coklat muda dengan pita hitam di bagian pinggang, dipadu hi’heels yang senada dengan gaunnya. Sementara rambutnya yang ikal di bagian bawah ia gerai. Setelah mendapat penghargaan itu, ia menyanyikan salah satu lagu dari album terbarunya, ‘Just You’ sambil bermain piano. Lagu itu merupakan lagu penutup dari acara Golden Disk Award.
Di ruang ganti, seseorang menjemput Wookie. Orang itu menggenakan pakaian formal dengan jas berwarna silver mengkilap (kalo susah ngebayangin, kayak baju yang Kangin pake di ‘Rokkugo’). Orang itu mengaku sebagai supir Jongwoon yang datang untuk menjemput Wookie.
Tak lama, mereka sampai di sebuah arena basket. Wookie berpikir, Jongwoon aneh, yang benar saja, mengajaknya kencan, tapi kok di lapangan basket, mana romantisnya?
Orang tadi membukakan pintu untuk Wookie. Saat pintu terbuka, ada suara letusan kembang api kecil yang membuat Wookie terkejut. Saat ia melangkahkan kaki ke dalam, balon-balon berwarna putih berterbangan, sangat banyak (maksud G balonnya).
Dari kumpulan balon itu, ia melihat Jongwoon menggenakan yang kaos berwarna putih, dipadu jas hitam dan celana kain berwarna hitam, sedang berdiri di tengan lapangan sedang memegang sebuak balon berwarna merah. Ia tersenyum pada Wookie. Wookie pun tersenyum dan berjalan ke arahnya.
Kira-kira 5 langkah dari Jongwoon, barulah ia menyadari di tempat itu ada banyak orang, tepatnya anak-anak yang menggenakan pakaian fromal, lengkap dengan jasnya yang berwarna-warni (kayak dress codenya ‘Rokkugo’).
Lampu meredup tatkala anak-anak itu menyanyikan sebuah lagu lama yang dinyanyikan salah satu Boyband Legendaris Korea, Super Junior, yang berjudul ‘Marry You’.
Wookie tak dapat menahan haru. Air matanya menetes, sementara Jongwoon masih berdiri tegap di tempatnya sambil memegang balon berwarna merah itu.
Saat lagu hampir selesai, barulah ia mendekat ke arah Wookie sambil memberikan balon yang ternyata di ujungnya terdapat sebuah cincin emas 25 karat yang berwarna putih dan bertahtakan berlian. (MV apa hayooooo..????^^)
Jongwoon memberikan itu sambil menatap mata Wookie. Sesaat Wookie terkejut ketika hendak mengambil balon itu karena melihat ada cincin di sana. Wookie tampak ragu untuk menerimanya.
“Would you marry me, Wookie ah?” tanya Jongwoon penuh percaya diri.
Dengan air mata yang masih mengalir, Wookie menerimanya. Seketika itu juga, Jongwoon menarik Wookie ke pelukannya, diiringi tepuk tangan dari anak-anak yang tadi menyanyi.
Jongwoon melonggarkan pelukannya dan kembali menatap mata Wookie. Wookie menatap mata Jongwoon juga sambil tersenyum. Saat itu, Jongwoon mendekatkan wajahnya ke wajah Wookie, hendak mencium gadis itu. Namun Wookie segera meletakan telunjuknya di atas bibir Jongwoon.
“Banyak anak-anak di sini.. Jangan menyesatkan mereka,” Ucapnya tersipu sambil melepaskan pelukan Jongwoon. Gadis itu menggenggam tangan Jongwoon sambil membungkukan badannya dan mengucapkan terimakasih pada anak-anak yang sudah menyanyi.
Setelah anak-anak itu pergi, Jongwoon menarik tangan Wookie ke arahnya. Wookie terkejut hingga balon yang masih ia pegang lepas dari tangannya. Reflek, Jongwoon menarik tali balon itu sebelum terbang jauh.
“Kau ini ceroboh sekali!” Ucap Jongwoon lembut.
“Maaf...” Ucap Wookie.
“Hmm.. tampaknya sudah tak ada siapapun di ruangan ini,” Ucap Jongwoon. Wookie mulai merasakan firasat buruk. Sebelum ia sempat memperkirakan apa yang akan terjadi, wajah Jongwoon sudah kembali mendekati wajahnya dengan mata yang terpejam. Wookie melihat ke arah kiri dan kanan. Tubuhnya terasa dingin. Ia bingung harus bagaimana.
0,5 cm lagi!!!! Dan... ‘do it do it chu... it’s true true true true it’s you..’ Ponsel Wookie yang berada dalam tas tangannya berbunyi.
Itu cukup mengejutkan keduanya. Jongwoon membuka mata dan menjauhkan wajahnya dari Wookie.
“Ehm.. itu ponselku...” Ucap Wookie sambil mengambilnya.
“Benar-benar..!!” Umpat Jongwoon dalam hati.
“Ya, Kyuhyun?”
“Mantan kekasihnya...T.T” batin Jongwoon.
“Benarkah? Baiklah, aku segera ke sana!” Ucap Wookie dengan nada gembira.
“Ada apa? Bersemangat sekali?” Tanya Jongwoon dingin.
“Minnie Eonnie telah melahirkan bayi kembar!! Aku harus segera ke sana!” Wajah Wookie berseri-seri.
“Benarkah?” Jongwoon bersemangat. “Ayo, aku antar!” Laki-laki itu kembali meraih tangan Wookie dan menariknya ke arah pintu sambil berlari.
“Kupikir ia akan sedih.. ternyata bersemangat sekali..” pikir Wookie. “Oppa, pelan-pelan...nanti aku terjatuh!” ucapnya.
20 menit kemudian, mereka sampai di rumah sakit tempat Minnie melahirkan. Ruangan tempat Minnie dirawat cukup penuh. Ada orang tua Minnie dan Kyuhyun, Donghae, Kakak Minnie, dan Hyukkie, manajer Wookie, yang sekarang berstatus sebagai calon kakak ipar Minnie. Bayi mereka ada di box, di samping tempat tidur Minnie.
“Eonnie.. selamat...!” Ucap Wookie sambil memeluk Minnie, kemudian Kyuhyun. Lalu ia berjalan ke arah box bayi yang berjajar. “Aigoo... Lucu sekali..” pekik Wookie sambil melihat ke arah 2 bayi yang masih merah dan hanya terbalut kainitu.
“Yang laki-laki namanya Cho Sung Hyun, yang perempuan Cho Min Hyun” ucap Kyuhyun, memperkenalkan kedua bayinya.
“Oppa, nanti aku ingin yang seperti ini juga, ya!” Kata Wookie sambil memegang bahu Jongwoon, kemudian ia mendekat ke arah Minnie.
“Kukatakan dari sekarang, persiapkan mentalmu, atau kau akan terkena serangan jantung!” Bisik Kyuhyun pada Jongwoon. Jongwoon hanya menatap Kyuhyun dengan heran. “Ini bahkan lebih mengerikan dari kecelakaan yang aku alami dulu!” tambahnya. Jongwoon hanya mengangguk menanggapi kata-kata Kyuhyun karena kurang paham mengenai apa yang Kyuhyun katakan.
Ibu Kyuhyun kemudian menceritakan hal yang terjadi pada Kyuhyun selama proses persalinan Minnie. Semua di ruangan itu menertawakan Kyuhyun.
“Kau ini, berlebihan sekali..!” Ucap Donghae sambil menepuk bahu Kyuhyun.
“Hei, kau tak pernah merasakan hal ini, Hyung! Cobalah nanti kau rasakan!” Kyuhyun membela diri.
Pukul 2 pagi.. Mereka membuat sedikit keributan di rumah sakit, khususnya Wookie, suara cemprengnya menggema di luar ruangan rumah sakit. Ia terus merajuk untuk difoto bersama. Ia meminta Jongwoon mengambilkan gambar. Namun Jongwoon menolaknya karena ia juga ingin ikut difoto. Hal itu membuat mereka, yang ada di ruangan itu ditegur oleh petugas keamanan di sana.
“Satpam Ajusshi..” Panggil Wookie. “Bisakah ambilkan beberapa foto untuk kami?” Pinta Wookie sambil memberikan digicamnya. Lalu ia dan Hyukkie menata semua orang yang ada di sana, juga mengambil bayi-bahi kecil itu dari boxnya.
Satpam Ajusshi menurut saja. Sepertinya ia melakukan pekerjaan sukarela itu dengan senang hati. Cukup banyak gambar yang diambil. Mulai dari Minnie menggendong kedua bayi, Minnie dan Kyuhyun masing-masing menggendong bayi, Hyukkie dan Wookie menggendong bayi, sampai para kakek dan nenek yang menggendong. Untuk 1 gaya pun tak cukup 1 kali jepret. Setelah mengambil foto, bayinya dibawa ke ruangan terpisah dari ruangan tempat Minnie. Para orang tua pulang, sementara yang lainnya tinggal di rumah sakit, meskipun Kyuhyun telah mengusir mereka karena taku Minnie terganggu.
Paginya, mereka kelelahan dan tertidur di rumah sakit dengan posisi yang tidak nyaman. Jongwoon yang bangun paling pagi langsung membangunkan Wookie dengan menepuk-nepuk pipnya *ga romantis banget c..sung...^^ Sungie: "Siapa suruh kemaren mau G cium kagak jadi-jadi"*
"Tenang lah Oppa, manajerku saja masih tertidur...." Ucap Wookie setengah sadar.
"Ayo kita cari Wedding Organizer terbaik untuk pernikahan kita....!" Bisik Jongwoon.
"Mwo?" Wookie langsung terbangun dan sadar karena terkejut.
"Kajja!!" Jongwoon menarik tangan Wookie, mau tak mau Wookie menurut dan pergi bersama Jongwoon, tanpa membangunkan siapapun.
*END*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar