Minggu, 20 Februari 2011

Reset (The Series) Chapter 2: "Dead At Heart" (Part 3)

Tittle : Reset (The Series) Chapter 2: "Dead At Heart" (Part 3)
Soundtrack : Reset, Love Disease, Dead At Heart, Happy Together, Miracle, I’m Your Man, To Be With You (David Arculetta)
Main Cast :Kim Ryeowook, Lee Sungmin, Lee Donghae.


Kepala Pelayan Hwang menghampiri mereka, “Tuan Muda, Tuan Sungmin, Tuan Donghae, kalian boleh naik ke mobil itu”.
Ryeowook melihat ke arah mobil yang ditunjuk oleh Kepala Pelayan Hwang dan agak terkejut,”Itu kan mobil Ayah?” ucapnya. “Paman, memang Ayah tidak ikut?” tanyanya
Kepala Pelayan Hwang hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Ryeowook, “Silahkan, Tuan-Tuan”.
Ryeowook, Sungmin, dan Donghae mengikuti Kepala Pelayan Hwang. Laki-laki tua itu membukakan pintu belakang mobil sedan berwarna silver. Ryeowook membungkukkan badan untuk masuk ke mobil itu dan terkejut melihat di bagian depan ada Ayahnya. Ia menengok ke arah luar dan menatap Kepala Pelayan Hwang. Kepala Pelayan Hwang tersenyum dan mengangguk. Akhirnya Ryeowook mau masuk ke mobil itu.

Sunyi. Itulah yang terjadi di dalam mobil itu. Donghae yang biasanya jadi pencair suasana pun ikut membeku karena tidak tahu apa yang harus dibicarakan. Semua kata-katanya tertahan di tenggorokan.
Namun ketidaknyamanan yang Donghae rasakan tidak dapat dia tahan. “Paman Jongwoon, Ibuku adalah penggemar Paman. Bolehkah aku minta tanda tangan Paman?” tanya Donghae sambil menyodorkan sebuah notebook kecil dan ballpoint”.
Jongwoon mengambilnya dan menandatangani kertas itu.
“Tolong tulis di atasnya, ‘Untuk Song Qien’....Ibu pasti senang”.
Jongwoon menuruti keinginan Donghae, setelah itu mengembalikan notebook dan ballpoint itu kepada Donghae.
“Wah... terimakasih, Paman!” ucap Donghae dengan nada gembira. Namun setelah itu, suasana kembali sunyi.
“Siapa namamu, yang tadi meminta tanda tanganku?” tanya Jongwoon.
“Aku? Aku .. Aku Donghae, Lee Donghae”.
Setelah itu percakapan terhenti kembali sampai mereka tiba di tempat pemakaman milik keluarga Ryeowook.
Dekat pemakaman itu terdapat sebuah gedung besar yang telah ditata karena di sanalah acaranya akan diselenggarakan.
Semua orang masuk ke dalam gedung. Yang menjadi pembawa acara adalah Kim Jongjin, adik Jongwoon, paman Ryeowook. Dia membuka acara dengan menampilkan video dan foto-foto dari Geunyeong.
Ryeowook yang duduk bersebrangan melihat ke arah Ayahnya. Ia melihat Jongwoon menunduk dengan tangan yang di lipat. Setelah pemutaran video selesai, Jongjin membacakan acara selanjutnya, permainan piano dari Ryeowook.
Ryeowook maju ke depan dan memainkan lagu kenangan kedua orang tuanya. Selama bermain piano, ia memperhatikan Ayahnya. Di tengah-tengah lagu, Jongwoon pergi meninggalkan tempat itu, dan setelah lagu selesai, ia baru kembali.
Ryeowook membungkuk. Kemudian Jongjin memanggil Ryeowook untuk mengucapkan kata sambutan.
“Anyeonghasaeyo... Saya Ryeowook, putra tunggal dari Geunyeong dan Jongwoon. Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terimakasih kepada semua yang datang. Paman, Bibi, Kakek, Nenek, Teman-temanku, dan terutama Ayah. Saya senang, akhirnya hari ini Ayah mau datang pada hari ini,” Ryeowook menghela nafasnya. “Hanya 10 tahun saya mengenal Ibu, namun itu adalah 10 tahun yang berkesan. Walau hanya sedikit yang dapat saya ingat, tapi saya tahu, Ibu sangat menyayangi saya dan Ayah. Waktu-waktu yang saya habiskan bersama Ayah dan Ibu, saat-saat bermain piano bersama, rekreasi bersama, belajar bersama, dan segala hal yang masih saya ingat, tidak akan pernah saya lupakan. Itulah hal yang paling berharga di dalam hidup saya,” ucap Ryeowook sambil membungkukan badannya.
Berikutnya, Jongjin memanggil Jongwoon naik ke atas podium untuk membawakan sambutan.
Jongwoon tampak menghela nafas berkali-kali sebelum mengucapkan kata pertamanya. Setelah itu, dia berucap, “Terimakasih karena masih mengingat Geunyeoang”. Setelah itu Jongwoon memngembalikan microphone kepada Jongjin, turun dari podium, dan keluar dari ruangan itu dengan berlari kecil.
Semua mata tertuju padanya, ada beberapa perkataan yang menyatakan ketidaksenangan bahkan kritikan keluar dari mulut orang-orang yang meilihat kejadian itu. Ryeowook hendak berdiri mengejar Ayahnya, namun Sungmin menahannya.
“Ini acara Ibumu. Apa kata orang kalau kau dan Ayahmu sama-sama meninggalkan acara ini?” bisiknya. Ryeowook berpikir, benar apa yang diucapkan Sungmin, sehingga ia mengurungkan niatnya untuk pergi.
Sampai acara berakhir, Jongwoon tidak datang kembali, ke rumah pun tidak.

*TBC*

Reset (The Series) Chapter 2: "Dead At Heart" (Part 2)

Tittle : Reset (The Series) Chapter 2: "Dead At Heart" (Part 2)
Soundtrack : Reset, Love Disease, Dead At Heart, Happy Together, Miracle, I’m Your Man, To Be With You (David Arculetta)
Main Cast :Kim Ryeowook, Lee Sungmin, Lee Donghae.


Malam itu, Jongwoon, Ayah Ryeowook pulang ke rumah. Masih seperti 5 tahun lalu, ia memakai kacamata hitam dengan pakaian formal.
“Selamat malam, Tuan,” Sapa Kepala Pelayan Hwang sambil membungkuk.
“Ehm... Paman, ikut aku ke ruanganku,” Ucapnya sambil terus berjalan. Kepala Pelayan Hwang mengikuti dia sampai ke ruangannya.
Ruangan itu adalah ruang kerjanya. Dua buah kursi berhadapan dan dipisahkan oleh sebuah meja, beberapa rak buku besar, dan sebuah sofa di sudut ruangan yang di depannya terdapat sebuah meja kaca. Dia membukakan pintu untuknya dan menutupnya kembali. “Silahkan duduk” ucapnya sambil berjalan ke arah belakang meja dan duduk di atas kursi.
“Paman, sekarang Ryeowook kelas berapa?” tanyanya.
“Kelas 2 SMA, sebentar lagi naik ke kelas 3, tahun depan, ia akan masuk universitas, tuan”.
“Bagaimana prestasi belajarnya?”
“Baik, prestasi belajar Tuan Muda di atas rata-rata. Kenaikan kelas tahun lalu, ia meraih juara umum kedua”.
“Yang pertamanya?”
“Sahabat Tuan Muda, Tuan, Tuan Sungmin”.
Jongwoon menganggukan kepalanya. “7 tahun ini aku sibuk sendiri, tak pernah mengurusnya, tidak pernah berbicara kepadanya. Ryeowook pasti sangat membenciku. Iya kan, Paman?”
“Tidak Tuan, ia tidak pernah membenci Anda, justru Tuan Muda merindukan Anda”.
“Oya?”
“Dia sangat rindu bermain piano bersama dengan Anda”.
Jongwoon menunduk, “Aku bukan Ayah yang baik untuknya”.
“Jangan berkata begitu, Tuan..”
“Besok peringatan 7 tahun kematian Geunyeong... Semuanya telah Paman siapkan?”
“Iya... besok, seluruh anggota keluarga akan datang, saya harap Tuan datang”.
Jongwoon memandang ke arah meja, dan menutupi hidungnya dengan kedua telapak tangannya, “Paman, besok aku tidak akan datang” Suara Jongwoon terdengar bergetar.
“Setiap tahun peringatan kematian Nyonya, Tuan tidak pernah datang. Saya hanya khawatir seluruh keluarga mengira Tuan tidak peduli dengan ini”.
Jongwoon terdiam cukup lama. Dahinya berkerut dan ia menggigit bibirnya. Benar kata Kepala Pelayan Hwang, bahwa dirinya memang tidak pernah datang di setiap tahun peringatan istrinya. Bahkan saat pemakaman pun ia tidak datang. Ia sangat terpukul dan belum dapat sepenuhnya menerima hal itu.
Konser piano tunggal pertamanya, yang selalu ia cita-citakan. Tanpa disangka, pada event yang sangat membahagiakan itu, ia harus kehilangan istrinya, orang yang paling ia cintai dalam kecelakaan menuju tempat konser. Tragisnya, ia baru mengetahui yang terjadi setelah konser itu berakhir. Kejadian itu membuatnya sangat terpukul. Ia sempat menyalahkan Ryeowook yang istrinya jemput sebelum kejadian itu. Ia menyalahkan cita-citanya. Andai Geunyoung tak menjemput Ryeowook, atau hari itu Ryeowook tidak pergi sekolah. Atau, sebaiknya konser itu tak usah ada. Hal itu selalu menghujani pikiran Jongwoon. Ia yak bisa menerima hal ini. Namun ini sudah tahun ketujuh, apakah pantas bila dirinya terus seperti ini?
“Paman, Paman boleh keluar sekarang,” ucap Jongwoon lirih.
Kepala Pelayan Hwang bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu. Sesaat sebelum menutupnya, ia berkata, “Ehm, Tuan Muda Ryeowook mengundang kedua sahabatnya untuk datang. Saya permisi”.
Sepeninggalan Kepala Pelayan Hwang, Air mata Jongwoon menetes dibalik kacamata hitam yang ia pakai. Hatinya sangat sakit setiap kali teringat istrinya. Ia menggenggam ballpoint yang ada di hadapannya begitu kuat sampai patah dan tintanya mengotori telapak tangan dan mejanya. Sesaat kemudian ia itu membuka kacamatanya dan menggunakan lengan jasnya untuk mengeringkan airmata.
Ia keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju tangga, dan berhenti di depan kamar Ryeowook, yang berada di bawah tangga. Pintunya tidak tertutup dengan rapat. Ia mendorongnya sedikit. Ryeowook tertidur dengan posisi duduk di sebuah kursi yang berhadapan dengan meja belajar, kepalanya ditumpu oleh tangan, dan tubuhnya masih dibalut mantel mandi. Jongwoon masuk ke dalam kamar itu dan mengambil selimut untuk menyelimuti tubuh Ryeowook dan hendak kembali ke kamarnya.
“A...Appa...” ucap Ryeowook. Hal itu membuat Jongwoon terkejut. Ia membalikan tubuhnya untuk melihat apakah Ryeowook terbangun. Ternyata Ryeowook masih tertidur.
Jongwoon tersenyum dan kembali menghampiri Ryeowook. Ia mengelus kepalanya. “Maafkan Ayah, selama ini tidak pernah jadi ayah yang baik untukmu,” Ucapnya kemudian pergi.

*TBC*

Reset (The Series) Chapter 2: "Dead At Heart" (Part 1)

Tittle : Reset (The Series) Chapter 2: "Dead At Heart" (Part 1)
Soundtrack : Reset, Love Disease, Dead At Heart, Happy Together, Miracle, I’m Your Man, To Be With You (David Arculetta)
Main Cast :Kim Ryeowook, Lee Sungmin, Lee Donghae.

“Sendiri lagi.....” Ryeowook menghempaskan tubuhnya ke atas kasur sambil melepaskan kancing bajunya satu per satu. Ia pergi ke ruangan tempat ia menyimpan baju-bajunya. Diambilnya sebuah baju mandi berwarna abu-abu, dan pergi ke kamar ruangan mandi paling besar. Ia melangkahkan kakinya ke dalam Jaccusi dan berendam.
Matanya menerawang ke langit-langit yang terbuat papan berwarna coklat muda. Sesekali ia memikirkan teman-temannya, sedang apa mereka saat ini. Pikirannya beralih kepada hal yang akan terjadi esok hari. Hari yang cukup bersejarah, penuh kenangan tentang seseorang yang paling berharga dalam hidupnya.
Kemudian pikirannya beralih kepada orang lain yang tak kalah berharganya, Ayah. Ia mengkhawatirkannya. Entahlah sedang apa ayahnya saat ini. Ia memikirkannya, terus memikirkannya, hingga matanya terasa berat, dan mengantuk.

*TBC*

Reset Soundtrack List III

Love Disease - Super Junior

[Yesung] Neon gwaeromgeh nal ddara-ohmyeonseo gappeun sumeul mulashwi-eo (sumeul mulashwi-eo)
Neol waeromgeh dugo ddeonagago itneun motdwaen nal kkot jabeuryeo (jabeuryeo)

[Kyu♥] Nan neo-ae eokkaereul sehgeh jwigoseo keun soriro malhaetseo uri kkeutnangeorago
[Donghae] imi ibyeoliran dogi neo moreugeh oneuteumeh gaseumeh peojyeotdago

* Nae sarangi seoseohi jugeoganeun byeong
[Ryeowook] Jogeum apeujiman natgo shipeun ma-eumeun eopneungeol
Namgimeopshi gi-eogi jiwojyeobeoryeo
[Ryeowook] Seoroga nami-eotdeon shiganeuro dwaedulragaseo
[Yesung] ijehn shwigo shipeo

[Donghae] Orae manna bulnolrireul han geotcheoreom da tago jaeman nama (jaeman nama)
[Sungmin] Cheo-eom neukkimjocha heurithaejil mankeum da sseulmo-eopgeh dwaengeoya (dwaengeoya)

[Ryeowook] Nan neo-ae du suneul maju jabgoseo sseun misoro malhaetseo budi haengbokharago
Naega jugo gan sangcheoreul kkot eorumanjyeo gamssa jul sarameul chajeurago

* Nae sarangi seoseohi jugeoganeun byeong
[Yesung] Jogeum apeujiman natgo shipeun ma-eumeun eopneungeol
Namgimeopshi gi-eogi jiwojyeobeoryeo
[Kyu♥] Seoroga nami-eotdeon shiganeuro dwaedulragaseo
[Sungmin] ijehn shwigo shipeo

[Yesung] Jigeumeun neomu apado eonjehnga neoneun amado
Ipmatchumae gi-eokmajeo shihreojyeo ipsuleul dakkgehtji
[Ryeowook] Nae pumeh angyro neukkyeotdeon ddaseuhan ongi ji-uryeo
Shigeun nunmulro neol smini coopergehtji

* Nae sarangi seoseohi jugeoganeun byeong
[Kyu♥] Jogeum apeujiman natgo shipeun ma-eumeun eopneungeol
Namgimeopshi gi-eogi jiwojyeobeoryeo
[Ryeowook] Seoroga nami-eotdeon shiganeuro dwaedulragaseo
[Kyu♥] ijehn shwigo shipeo

* Nae sarangi seoseohi jugeoganeun byeong
Jogeum apeujiman natgo shipeun ma-eumeun eopneungeol ([Yesung] Ma-eumeun eopneungeol)
Namgimeopshi gi-eogi jiwojyeobeoryeo ([Yesung] Jiwojyeobeoryeo)
Seoroga nami-eotdeon shiganeuro dwaedulragaseo

[Donghae] ijehn shwigo shipe

[edit]Last edit by bri9890 on Saturday 16 May, 2009 at 22:54 +18.6%[/edit]


Translation

[Yesung] You followed me annoyingly, and took a deep breath
Trying to catch me, who’s leaving you alone

[Kyuhyun] I grabbed your shoulders tightly and loudly said “We’re through”
[Donghae] That the farewell poison has already, without you knowing, spread in my heart

[All] The disease where my love is slowly dying
[Ryeowook] It hurts a little, but I don’t want to get better
[All] Every single memory is erasing
Going back to the times when we were strangers,
[Yesung] I want to rest now

[Donghae] Like having played with fire for a long time
Everything has burned, and only ashes remain (Only ashes remain)
[Sungmin] Like how even the first feelings have become faint
Everything has become useless (useless)

[Ryeowook] Facing you and taking your hands, with a bitter smile, I said “Please, be happy”
To find a person who will soothe and embrace the scars that I’ve left you

[All] The disease where my love is slowly dying
[Yesung] It hurts a little, but I don’t want to get better
Every single memory is erasing
[Kyuhyun] Going back to the times when we were strangers,
[Sungmin] I want to rest now

[Yesung] Though it hurts too much now
Some day, you might
Wipe your lips as a kiss triggers an unpleasant memory
[Ryeowook] Trying to erase the warmth you felt when I held you in my arms
Cold tears will wash you

[All] The disease where my love is slowly dying
[Kyuhyun] It hurts a little, but I don’t want to get better
[All] Every single memory is erasing
[Ryeowook] Going back to the times when we were strangers,
[Kyuhyun] I want to rest now

[All] ([Yesung]) The disease where my love is slowly dying
It hurts a little, but I don’t want to get better
Every single memory is erasing
Going back to the times when we were strangers,
[Donghae] I want to rest now



Credit: Soompi[edit]Last edit by Critterchan on Saturday 01 Jan, 2011 at 18:54 +18.3%[/edit][edit]Last edit by bri9890 on Saturday 16 May, 2009 at 22:57 +2.3%[/edit]

Reset Soundtrack List II

Dead At Heart - Super Junior

KYUHYUN
Jeongmal mweohan geongayo gireoddeon han hae dongan
Geudael bonaego nani eojeggajiui naneun machi joogeoiddeon geotgwa gatneyo

SUNGMIN
Geureohke gireoddeon shigan sogen ddeonagan dangshinbakke eobneyo
DONGHAE
Geudae bakken amooreon saenggakhaji anheun chae ireohke han haega jinaganeyo

Geudael chajagaddeon eoneu bi naerideon narui gieok hamkke georeogaddeon wooril bichweojoodeon malgeun haetsal
YESUNG
Geu eoneu hanado nareul ddeonaji anhko naui meoritsogeseo nareul joogeoigge hae

RYEOWOOK
Chingoodeureun modoo eoreuni dwego nan ajik cheoreobneun aicheoreom
YESUNG
Geudaebakke amooreon saenggakhaji anheun chae machi joogeo iddeon geotgwa gatneyo

SIWON
Geudael chajagaddeon eoneu bi naerideon narui gieok
LEETEUK
Hamkke georeogaddeon wooril bichweojoodeon malgeun haetsal
RYEOWOOK
Geu eoneu hanado nareul ddeonaji anhko naui meoritsogeseo nareul joogeoigge hae

YESUNG
Heyeojimeul ggaedadji mothaneun nan ajikdo woori mirael sangsanghago
KYUHYUN
Heyeojin jigeumdo nae mameun eonjena geudaeui gyeoteseo sarainneun geotcheoreom joogeoinneun geoyeyo

ALL
Neoreul saranghaeddeon soongan naega meomchweo beorin geoya hamkke isseul ddaedo neoreul gieokhal soon eobseul geoya
RYEOWOOK
Geu eoneu hanado naega anieoddago
YESUNG
Geureohke saenggakhamyeon
YESUNG/RYEOWOOK
Amoogeotdo anin geol
KYUHYUN
Neoreul ijji mothamyeon naega joogeoinneun geot

More lyrics: http://www.lyricsmode.com/lyrics/s/super_junior/#share


Translation

Really, what did you do during this year, love?
After letting you go
I felt like I was going to go crazy and dead
Up until yesterday

In that long period of time
There’s only you who left me
Having no other thoughts but of you
That’s how this year is passing by

Tthe memories of that rainy day
When I went to go find you
The clear sunshine that shined down on us when we walked together
None of these have left me
Inside my head
It makes me slowly die

All of my friends have become adults
But me
Still like an immature child
Having no other thoughts but of you
It’s just like being dead

The memories of that rainy day when I went to go find you
The clear sunshine that shined down on us when we walked together
None of these have left me
Inside my head
It makes me slowly die

I can’t understand our breakup
Even now I imagine our future
Even after our breakup
Just like how my heart is always living by your side
It’s as if it’s dead

I stop the moments that I loved you
Even when we’re together
I won’t be able to remember you
If I just think that I wasn’t any of these
Then it’s nothing
If I can’t forget you
It’s as if i’m dead


~Lyrics Credit: jpopasia.com

Reset Soundtrack List I

To Be With You - David Archuletta

I've been alone so many nights now
And I've been waiting for the stars to fall
I keep holding out, for what, I don't know
To be with you, just to be with you

So here I am, staring at the moon tonight
Wondering how you look in this light
Maybe you're somewhere thinking about me too
To be with you, there's nothing I wouldn't do

And I can't imagine two worlds spinning apart
Come together eventually

And when we finally meet, I'll know it's right
I'll be at the end of my restless road
But this journey, it was worth the fight
To be with you

Just to be holding you for the very first time
Never letting go
What I wouldn't give to feel that way

Oh, to be with you
And I can't imagine two worlds spinning apart
Come together eventually

And when you're standing here in front of me
That's when I know that God does exist
'Cause He will have answered every single prayer
To be with you, just to be with you, yeah
You, ooh

Read more: DAVID ARCHULETA - TO BE WITH YOU LYRICS http://www.metrolyrics.com/to-be-with-you-lyrics-david-archuleta.html#ixzz1EZGUWocD
Copied from MetroLyrics.com

Rabu, 16 Februari 2011

Reset (The Series) Chapter 1: "To Be With You" (Part 3)

Tittle : Reset (The Series) Chapter 1: "To Be With You" (Part 3)
Soundtrack : Reset, Love Disease, Dead At Heart, Happy Together, Miracle, I’m Your Man, To Be With You (David Arculetta)
Main Cast :Kim Ryeowook, Lee Sungmin, Lee Donghae.

Waktu menunjukan pukul 6 sore. Ayah Donghae mengantar mereka pulang dengan mobilnya. Beberapa saat kemudian, mereka tiba di sebuah rumah sederhana 2 lantai yang di atasnya terdapat palang bertuliskan “Kedai Ramyeon”.
“Jadi rumahnya Sungmin itu kedai ramyeon, ya?”tanya Donghae, dijawab oleh anggukkan dari Sungmin. “Ayah, aku mau makan Ramyeon!” rengek Donghae, “Sungmin, boleh kami mampir sebentar?” tanya Donghae.
“Tentu” Sahut Sungmin. Anak itu berjalan masuk mendahului yang lain ke dalam kedai yang juga merangkap sebagai rumahnya. “Paman, Bibi, aku sudah pulang...!” ujarnya dengan suara keras, diikuti oleh Ryeowook, Donghae, dan Ayahnya. “Bibi, mereka kedua temanku, Ryeowook dan Donghae..”
“Anyeonghasaeyo..” Ryeowook dan Donghae membungkukan badan.
“Dan ini Ayahnya Donghae. Aku diantar pulang olehnya”
“Anyeonghasaeyo..” Ayah Donghae membungkukan badan.
“Anyeonghasaeyo.. terimakasih telah mengantar Sungmin” Ucap Bibinya dengan ramah.
Dari atas, Paman Sungmin datang menghampiri mereka. Sungmin langsung memperkenalkan mereka pada Pamannya.
“Ahh.... Anyeonghasaeyo.. Terimakasih telah mengantarkan Sungmin kami sampai di rumah,” Ucap Paman sambil membungkukan kepalanya berkali-kali.
“Tidak perlu sungkan,” Ujar Ayah Donghae.
“Mari kita makan Ramyeon dulu kalau tidak keberatan”. Paman mempersilahkan mereka duduk di sebuah meja yang cukup besar agar mereka dapat duduk dengan nyaman dan leluasa. Sementara bibi menyiapkan ramyeon, Sungmin membantu menyiapkan teh barley hangat.
“Selamat makan!” ucap Donghae, setelah semua hidangan telah siap di atas meja.
Paman dan Bibi memperhatikan mereka yang makan dengan lahapnya dengan senyum gembira. Beberapa saat kemudian mereka selesai makan dan pamit pulang. Bibi Sungmin membungkuskan beberapa ramyeon untuk dibawa pulang oleh Ryeowook dan keluarga Donghae.
“Anggaplah ini sebagai ucapan terimakasih kami..”
“Ah... baiklah... Terimakasih kalau begitu! Kami pulang!” Pamit Ayah Donghae.
“Termakasih, Paman, Bibi..” Ucap Donghae dan Ryeowook.
Selanjutnya, mereka mengantar Ryeowook. Jaraknya lumayan jauh dari rumah Sungmin, “Rumahmu jauh juga, ya?...” komentar Donghae. “Oiya, aku pernah beberapa kali melihatmu dijemput, mengapa hari ini tidak?” tanyanya.
“Paman yang biasanya menenyupir sedang sakit, jadi aku meminta untuk tidak dijemput,” jawab Ryeowook.
“Oh... lalu kira-kira masih berapa jauh lagi? Pemandangan di sini bagus, ya!” Seru Donghae.
“Nah, yang di depan itu rumahku!” Ucap Ryeowook sambil menunjuk pada tembok putih yang sedang dilewati mobil itu.
Donghae melihat ke arah yang Ryeowook tunjuk, “Ehm... ini... dimana pintunya?” pikirnya.
“Di depan belok kiri, nanti ada pintu gerbang berwarna putih,” ucapnya.
Tembok yang Ryeowook tunjuk tadi cukup panjang. Sebelum sampai di depan pintu gerbang, mereka harusmenempuh jarak sekitar 500m dari ujung jalan.
“Wah... ini rumahmu, Ryeowook?” tanya Donghae sesaat setelah mereka berhenti.
“Ya.. begitulah. Mau mampir dulu?” Tanya Ryeowook sambil turun dari mobil. Ayah Donghae dan Donghae turun mengikuti Ryeowook.
“Tidak, terimakasih. Tapi ini sudah terlalu malam,” jawab Ayah Donghae.
Pintu gerbang tebuka, seorang laki-laki kira-kira berumur 40 tahun muncul dari balik pintu, berdiri dengan postur tubuhnya yang tegap sambil membawa payung.
“Tuan muda sudah pulang? Tadi supir Ayah Tuan menjemput ke Sekolah, tapi Tuan Muda tidak ada. Kami sangat khawatir”. Ucapnya.
“Maafkan aku, Paman,” ucap Ryeowook. “Ini Lee Donghae, dan Ayahnya, Paman Lee. Mereka yang telah mengantar aku pulang”.
Sesaat laki-laki itu memandang ke arah Donghae dan Ayahnya, kemudian membungkukan badannya, “Saya, sebagai Kepala Pelayan, mewakili keluarga ini, sangat berterimakasih telah mengantarkan Tuan Muda kami dengan selamat”.
“Tak perlu sungkan,” ujar ayah Donghae
Bersamaan dengan Ayah Donghae mengucapkan itu, sebuah mobil berwarna silver berhenti di depan gerbang. Pintu mobil itu terbuka, seorang laki-laki berusia sekitar 30an keluar dari mobil itu. Ia menggenakan blazer berwarna hitam dan matanya menggenakan kacamata hitam.
“Tuan,” Kepala Pelayan itu membungkukan badan. “Ini Tuan Lee, Beliau mengantarkan Tuan Muda Ryeowook”.
Laki-laki itu menghampiri Donghae dan Ayahnya dengan langkah yang tegap, kemudian menundukkan kepalanya, “Terimakasih telah mengantarkan anakku pulang”. Ucapnya. Kemudian laki-laki itu masuk ke dalam rumah.
Suasana agak sedikit berbeda sepeninggalan Ayah Ryeowook. Agak kaku.
“Baiklah, kami pulang dulu, yah!”
“Sampai jumpa besok!” Ujar Donghae.
“Kamshamnida...!” Balas Ryeowook sambil membungkukan badannya.
Setelah mobil itu berlalu, Ryeowook hendak masuk ke dalam rumahnya dan berpapasan dengan Ayahnya. Sesaat, Ryeowook berhenti dan menatap mata Ayahnya yang ditutupi kacamata hitam. Namun Ayah terus berjalan tanpa menoleh ke arah Ryeowook sedikitpun.
Anak itu tertunduk, matanya berkaca-kaca. Meski ini bukan kali pertama dirinya tidak dihiraukan, namun setiap hal ini terjadi, Ryeowook selalu menitikan air mata. “Ayah, hati-hati di jalan,” ucapnya pelan.
Sementara itu, Donghae yang sedang di perjalanan, ia terkejut saat tiba-tiba mobilnya di salip seseorang dengan kecepatan yang sangat tinggi. Sesaat, Donghae melirik ke arah mobil yang kacanya sedikit terbuka dan melihat yang ada di dalam mobil itu adalah ayahnya Ryeowook. “Ayah, Ayah, lihat... bukankah itu mobil Ayahnya Ryeowook? Cepat sekali, ya!”
Ayah Donghae melihat ke arah mobil yang sekarang berada di depannya, “Oya? Dia langsung pergi lagi begitu pulang?”
“Ayah, Ayah sadar tidak, Ayah Ryeowook mirip dengan Pianis yang diidolakan Ibu, Kim Jongwoon”.
“Benarkah?” tanya Ayah sambil terus menatap ke arah depan. Dalam hati, Ayah Donghae merasa setuju dengan apa yang dibicarakan putranya. “Iya juga, Kim Jongwoon berhenti main piano setelah kematian istrinya, setelah itu, kabarnya tidak pernah terdengar lagi. Ibu Ryeowook sudah meninggal, dan marganya pun Kim, apa iya, ya?” Batinnya.

Senin, 14 Februari 2011

Reset (The Series) Chapter 1: "To Be With You" (Part 2)

Tittle : Reset (The Series) Chapter 1: "To Be With You" (Part 2)
Soundtrack : Reset, Love Disease, Dead At Heart, Happy Together, Miracle, I’m Your Man, To Be With You (David Arculetta)
Main Cast :Kim Ryeowook, Lee Sungmin, Lee Donghae.

Tak lama, mereka sampai di depan sebuah rumah yang berpagar cukup tinggi. Gerbangnya terbuka. Donghae mengintip ke dalam dan berlari ke arah laki-laki dewasa yang sedang membuka pintu mobil berwarna hitam.
“Ayah.... Aku pulang! Ayah mau berangkat ke mana ?”
“Kau sudah pulang? Ayah baru saja akan menjemputmu,” jawab Ayah.
“Ayah, kenalkan, ini Ryeowook dan Sungmin, teman baruku!” Kata Donghae sambil menunjuk ke arah kedua teman barunya.
Keduanya mengucap salam sambil membungkukan badan. Ayah Donghae tersenyum. “Ah... kalian temannya Donghae? Mari silahkan masuk!” Ucapnya ramah.
Donghae berjalan terlebih dahulu, sementara Sungmin, dan Ryeowook mengikuti. Mereka berjalan melalui pintu rumah yang terbuat dari bahan kayu yang dicat putih. Rumah dengan style modern itu didominasi oleh warna putih, dimana bingkai jendelanya berwarna hijau muda, sedangkan tirainya berwarna oranye, mengesankan keceriaan.

Di dalam, ada seorang wanita cantik berambut panjang, yang memakai baju terusan berwarna putih. “Donghae ah Kamu sudah pulang?” katanya dengan senyuman di wajah.
“Iya Ibu... aku pulang..” ucap Donghae. “Ini temanku, Ryeowook dan Sungmin!” Sambungnya sambil menunjuk ke arah kedduanya.
Ibu Donghae yang menyambut mereka dengan hangat, “Wah.... Ada temannya Donghae... Senang sekali bertemu kalian!” ucapnya. “Ibu sudah menyiapkan air hangat. Kalian bisa mandi menggunakannya bertiga. Nanti, Ibu buatkan minuman hangat untuk kalian, ya!”
Situasi itu membuat Sungmin dan Ryeowook sedikit canggung tapi nyaman, “Keluargamu ramah sekali, Donghae..” Bisik Ryeowook.
Donghae hanya tersenyum sambil berjalan menaiki tangga yang pegangannya terbuat dari kayu dan berwarna putih, “Ayo, kita mandi. Nanti kalian pakai bajuku saja,” ajaknya.
Ia masuk ke kamarnya sebentar, kemudian mengambil 3 pasang pakaian dan 2 buah handuk baru untuk kedua temannya.
Beberapa saat setelah mereka selesai mandi, mereka ke ruang makan. Di sana ada Ibu Donghae sudah menyiapkan 3 cangkir coklat hangat dan roti panggang.
“Sudah, mandinya?” tanya Ibu.
Ketiganya mengangguk, “Wahh... harum sekali, Ibu... tahu saja aku sudah lapar..” ucap Donghae.
“Ehm... aku pamit pulang, ya!” ucap Sungmin.
“Eh? Kenapa?” tanya Donghae.
“Ini sudah terlau sore. Aku takut Paman dan Bibiku khawatir”.
“Hmmmm....” Wajah Donghae tampak kecewa, sambil memandang ke arah ibunya.
“Bagaimana kalau kau menelepon ke rumahmu? Kau dapat menggunakan telepon di rumah ini”.
Sungmin tampak sepeti sedang berpikir.
“Ayolah...” bujuk Donghae. Nanti setelah makan, aku dan Ayah pasti akan mengantar kalian pulang”.
“Hmm... baiklah,” ujar Sungmin.
Tak lama setelah menelepon, Sungmin kembali. Mereka menikmati makanan dan minuman yang disajikan oleh Ibu Donghae sambil bercakap-cakap.
“Jadi Sungmin tinggal dengan Paman dan Bibi, ya?” tanya Ibu Donghae, Sungmin mengangguk. “Memangnya orang tua Sungmin ada dimana?”
“Hmmm... Orang tuaku adalah Paman dan Bibiku” Jawabnya singkat.
“Ooh....” Ibu Donghae mengerti akan jawaban Sungmin. Dia berpikir, pasti ada sesuatu yang terjadi di dalam keluarganya yang tidak ingin Sungmin bicarakan, sehingga ia memutuskan untuk tidak bertanya lebih jauh dan beralih kepada Ryeowook. “Ryeowook, kamu tidak mau menelepon ke rumahmu?”
Ryeowook menggeleng sambil tersenyum, “Tidak...”
“Mengapa? Orang tuamu tidak akan khawatir?”
Ryeowook tersenyum dan mengangkat kepalanya, “Tidak. Ayah hari ini tidak pulang”.
“Ibumu ?” tanya Ibu Donghae.
“Ibuku sudah meninggal karena kecelakaan 2 tahun lalu”. Ibu Donghae, Donghae, dan Sungmin terkejut mendengar jawaban Ryeowook dan menghentikan makan mereka sambil menatap wajah anak itu.
Donghae kemudian teringat 2 tahun lalu, saat sekolah mereka heboh karena ada orang tua dari salah seorang siswa meninggal. Biasanya setiap tahun, ayah dari siswa tersebut, yang katanya seorang pianist, selalu mengisi acara di sekolah, namun sejak saat itu tidak lagi. Apakah yang meninggal itu adalah orang tuanya Ryeowook? Kalau ibunya yang meninggal, mengapa ayahnya tidak pernah mengisi acara di sekolah lagi?, pikirnya.
Ryeowook merasa tidak enak karena ditatap oleh tiga pasang mata seperti itu, “Eh.. Tidak usah menatapku seperti itu, aku sudah biasa kok tinggal sendiri di rumah. Lagi pula ada beberapa pegawai Ayah yang menemaniku”.
“Ehmm... Maafkan Bibi,” Ibu Donghae tampak sangat menyesal.
“Tidak apa-apa, bi. Aku tak keberatan bila ada yang bertanya padaku mengenai orang tuaku”.
“Ehm.. Ayahmu kerja apa? Mengapa tidak pulang?” tanya Donghae.
“Ayah mengurus perusahaan keluarga. Karena ada beberapa cabang di luar kota, sehingga dia jarang pulang”.
“Kau pasti sangat kesepian. Sekali-sekali, kau boleh menginap di rumahku. Kau juga Sungmin..” ucap Donghae sambil memeluk Ryeowook yang ada di sebelahnya.

*TBC*

Reset (The Series) Chapter 1: "To Be With You" (Part 1)

Tittle : Reset (The Series) Chapter 1: "To Be With You" (Part 1)
Soundtrack : Reset, Love Disease, Dead At Heart, Happy Together, Miracle, I’m Your Man, To Be With You (David Arculetta)
Main Cast :Kim Ryeowook, Lee Sungmin, Lee Donghae.

“Paman, Bibi... aku berangkat!” Pamit seorang pemuda berambut hitam lurus dengan kulitnya yang putih. Pemuda itu menggenakan seragam sekolah lengkap dengan jas dan dasi, seperti biasanya.
“Sungmin, Kau tampak pucat..” Ucap Bibi dengan tangan berlumuran tepung terigu karena sedang membuat mi untuk kedai ramyeonnya. “Apa kau sakit?”
“Aku baik-baik saja bi,” ucapnya singkat sambil tersenyum simpul. “Aku berangkat, ya!”
“Ya, hati-hati di jalan!” Ucap bibi.
Sungmin berjalan ke luar rumah dan berbelok ke arah kanan. Jalan yang ia lewati cukup sepi, tidak terlalu luas. Kiri dan kanannya berjajar tembok-tembok yang menjadi pembatas rumah dengan jalan, tingginya sekitar 30cm dari kepalanya. Sungmin berjalan dengan langkah santai dan kepala yang menunduk.
Sampai di ujung jalan, keramaian mulai terasa. Mobil yang berlalu-lalang, orang-orang yang berjalan dengan terburu-buru. Sungmin tidak ingin terpengaruh oleh yang terjadi disekitarnya, ia memperlambat langkahnya.
Di pinggir jalan dekat sekolah, Donghae dan Ryeowook, sahabatnya, menghampiri dia dari arah yang berlawanan, ia tidak menyadari itu.
“Yo... Lee Sungmin !!!” Ucap Donghae, dengan logat kebarat-baratan khas penyanyi rapper, tepat di hadapan Sungmin. Hal itu cukup mengejutkannya. Ia menegakan kepalanya untuk melihat ke arah mereka berdua. Sementara Ryeowook langsung mengambil posisi di sebelah kirinya.
Sungmin membalas dengan senyum simpul, “Sudah mengerjakan PR?” tanyanya sambil menjaga langkahnya agar tidak tertinggal atau pun mendahului kedua sahabatnya.
“Tadi pagi aku ke rumah Ryeowook untuk menyamakan PR-ku... kau tahu, hasilnya 60% sama!!!” Seru Donghae gembira.
“40% sisanya?”
“Tidak sama... mungkin ada kesalahan menghitung,” ucap Donghae sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
“Tapi punyaku belum tentu benar, loh!” ucap Ryeowook sambil tersenyum, dengan pandangan ke arah bawah.
“Kau tahu kebiasaan burukmu? Salah mencatat soal,” ucap Sungmin datar, dengan tatapan mata ke arah bawah.
“Hehehe...” Donghae tertawa sambil menggaruk kepalanya.
“Kau tampak pucat, hyung.. apa kau sakit ?” tanya Ryeowook.
“Udaranya sangat dingin, bukan?” sahut Sungmin.
*************************************************

Lee Sungmin, Lee Donghae, dan Kim Ryeowook, ketiganya telah bersahabat sejak kelas 6 SD. Donghae dan Ryeowook sudah bersama sejak kelas 1, hanya saja belum pernah saling menyapa satu sama lain.
Kim Ryeowook, anak tunggal dari seorang pengusaha kaya raya, namun ia tidak memiliki teman dekat. Teman-temannya hanya sekedar teman belajar di sekolah dan teman les piano, tidak lebih dari itu. Volume suaranya yang kecil dan tempo bicara yang lambat membuat orang agak sulit untuk berkomunikasi dengannya. Namun dari senyuman di bibir Ryeowook setiap kali bertemu dengan orang yang dia kenal, mereka dapat mengerti bahwa Ryeowook sebenarnya adalah orang yang ramah.
Sebaliknya dengan Lee Donghae, di bidangi akademis, prestasinya tergolong biasa saja, cenderung buruk. Namun ia memiliki banyak teman dan aktif di klub basket junior di kotanya juga sekolah. Hampir seluruh penjuru sekolah tahu namanya. Ayah Donghae adalah seorang pemilik autoservice terlaris di kota Seoul sedangkan Ibunya membuka usaha makanan kecil-kecilan. Keduanya terbiasa bertemu dengan banyak orang bahkan yang belum pernah mereka kenal, sehingga keduanya dituntut untuk selalu ramah dan mudah dekat dengan orang lain, dan sifat itu menurun pada anak tunggalnya.
Kelas 6, Sungmin datang ke sekolah mereka sebagai murid baru. Dalam penampilannya, Sungmin seperti langit mendung. Sangat pendiam, tampak sulit didekati, dan tidak ramah. Ia tidak pernah menghiraukan saat siswa-siswa yang tergolong nakal di kelas mengejek dirinya dengan sebutan, ‘si pendek’ karena ia pindahan dari Jepang. Hal ini membuat mereka menjadi marah dan tidak segan untuk terus menjahilinya dengan menyembunyikan barang-barang, bahkan memukulnya.
Saat itu, ia duduk di kelas yang sama dengan Ryeowook. Ryeowooklah yang pertama kali menyapanya. Namun Ryeowook bukan sosok kuat yang dapat melindunginya dari anak-anak nakal. Donghaelah yang melakukan itu. Mereka pertamakali saling menyapa saat terjebak hujan sepulang sekolah. Sungmin dan Ryeowook sedang menunggu hujan reda di depan sekolah, kemudian Donghae berlari dari dalam sekolah menuju gerbang luar melewati mereka dengan tubuh yang basah kuyup.
“Yah..!” Teriak Ryeowook
Donghae menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah belakang.
“Kemarilah..! Kita berteduh dulu!” Teriak Ryeowook lagi, sambil melambaikan tangannya.
Donghae yang tidak dapat mendengar dengan jelas suara Ryeowook kemudian berlari arahnya untuk mendekat. “Ada apa?”
“Sebaiknya kita berteduh dulu di sini, nanti sakit..”
Donghae terdiam sebentar, “Apa orang tuamu akan menjemput?”
Ryeowook menggeleng “Sepertinya sih tidak..” kemudian melihat ke arah Sungmin, Sungmin melihat ke arah mereka dan menggeleng.
Donghae menghampiri Sungmin “Kamu murid baru itu, kan? Namaku Donghae!” Ucapnya sambil membungkukan badannya dan tersenyum.
Sungmin menengadahkan kepalanya supaya bisa melihat wajah Donghae. Sungmin menatapnya agak lama tanpa berkata apa pun
Ryeowook kemudian menghampiri mereka untuk melihat yang terjadi. Wajah Donghae masih tetap tersenyum. Kemudian Sungmin berdiri dan menundukan kepalanya dengan terpaksa, “Aku Sungmin”.
Donghae tersenyum, dan melihat ke arah Ryeowook, “dan kamu, pasti Kim Ryeowook, kan?”
“Darimana tahu namaku?”
“Tentu! Setiap kenaikan kelas, guru selalu menyebut namamu karena nilaimu yang terbaik. Jangan-jangan kau tak tahu namaku?”
“Lee Donghae... kan? Setiap tahun kau menjadi MVP, mana mungkin tidak tahu..”. Jawab Ryeowook.
“Ah.. Syukurlah!” ucap Donghae dengan wajah berseri. “Sekarang, ayo kita ke rumahku!” Ajak Donghae.
“Tapi masih hujan..” Ucap Ryeowook.
“Hujannya sangat lebat. Tidak tahu kapan akan berhenti. Sebaiknya kita ke rumahku dulu, tidak jauh, kok. Nanti dari rumahku, mudah-mudahan Ayahku sudah pulang, supaya dia bisa mengantar kalian sampai rumah dengan mobil”.
Ryeowook melihat ke arah Sungmin, “Bagaimana?”
Sungmin mengangguk. Sesaat kemudian mereka telah berada di halaman sekolah dengan keadaan basah karena air hujan. Ini adalah pertama kalinya Ryeowook hujan-hujanan. Ryeowook merasa sangat kedinginan, tapi ini menyenangkan karena dia tidak sendirian, ada Sungmin dan Donghae.

*TBC*

Reset (The Series) : Prolog

Tittle : Reset
Soundtrack : Reset, Love Disease, Dead At Heart, Happy Together, Miracle, I’m Your Man, To Be With You (David Arculetta)
Cast :Kim Ryeowook, Lee Sungmin, Lee Donghae.


“Bagiku, kalian adalah orang tuaku, Paman, Bibi....”
****************************************************

“Namaku Kim Ryeowook, 17 tahun. Aku anak tunggal. Aku sangat senang bermain piano. Masa-masa yang menyenangkan adalah masa kecilku, saat aku dan Ayah bermain piano bersama dan Ibu memainkan biola untuk mengiringi permainan piano kami. Terkadang, Ibu menyanyi untuk kami. Aku merasa sangat bahagia, sepertinya, masa-masa seperti itu takkan pernah tergantikan, atau pun terulang kembali.
To Be With You, Ini adalah lagu kesukaan Ayah. Lagu yang menyenangkan, menceritakan tentang seseorang yang menemukan pasangan hidupnya. Kata Ayah, Ibu pernah memainkan lagu ini pada saat mereka menikah. Hal yang mengejutkan, karena setahu Ayah, Ibu tidak dapat memainkan piano. Sampai saat ini, lagu itu menjadi favoritku. Aku rindu mendengar Ibu memainkan lagu itu, namun tidak bisa lagi”.
***********************************************************************

“Musik hiphop mengalun riuh, teriakan penonton membuatku semakin bersemangat untuk mencetak angka. Lee Donghae, 17 tahun. Aku seorang atlet, tepatnya pemain basket. Beberapa bulan yang lalu, Komite Basket Nasional memanggilku untuk bergabung. Aku senang karena apa yang aku cita-citakan tampak semakin dekat. Apalagi Senior Youngwoon telah memintaku untuk menggantikannya sebagai Kapten karena terhitung bulan depan, dia akan pergi ke luar negeri untuk melanjutkan studinya.
Aku senang diberi kepercayaan seperti itu. Aku senang karena kesempurnaan yang aku miliki. Ya... setidaknya untuk standar diriku sendiri, aku sudah merasa sempurna. Keluarga yang harmonis, berkecukupan, dan yang terpenting, aku memiliki orang tua dan sahabat-sahabat yang menyayangiku. Mereka seperti mujizat yang Tuhan berikan kepadaku. Aku bahagia memiliki mereka.
************************************************************************

*TBC*