Tittle : Reset (The Series) Chapter 1: "To Be With You" (Part 2)
Soundtrack : Reset, Love Disease, Dead At Heart, Happy Together, Miracle, I’m Your Man, To Be With You (David Arculetta)
Main Cast :Kim Ryeowook, Lee Sungmin, Lee Donghae.
Tak lama, mereka sampai di depan sebuah rumah yang berpagar cukup tinggi. Gerbangnya terbuka. Donghae mengintip ke dalam dan berlari ke arah laki-laki dewasa yang sedang membuka pintu mobil berwarna hitam.
“Ayah.... Aku pulang! Ayah mau berangkat ke mana ?”
“Kau sudah pulang? Ayah baru saja akan menjemputmu,” jawab Ayah.
“Ayah, kenalkan, ini Ryeowook dan Sungmin, teman baruku!” Kata Donghae sambil menunjuk ke arah kedua teman barunya.
Keduanya mengucap salam sambil membungkukan badan. Ayah Donghae tersenyum. “Ah... kalian temannya Donghae? Mari silahkan masuk!” Ucapnya ramah.
Donghae berjalan terlebih dahulu, sementara Sungmin, dan Ryeowook mengikuti. Mereka berjalan melalui pintu rumah yang terbuat dari bahan kayu yang dicat putih. Rumah dengan style modern itu didominasi oleh warna putih, dimana bingkai jendelanya berwarna hijau muda, sedangkan tirainya berwarna oranye, mengesankan keceriaan.
Di dalam, ada seorang wanita cantik berambut panjang, yang memakai baju terusan berwarna putih. “Donghae ah Kamu sudah pulang?” katanya dengan senyuman di wajah.
“Iya Ibu... aku pulang..” ucap Donghae. “Ini temanku, Ryeowook dan Sungmin!” Sambungnya sambil menunjuk ke arah kedduanya.
Ibu Donghae yang menyambut mereka dengan hangat, “Wah.... Ada temannya Donghae... Senang sekali bertemu kalian!” ucapnya. “Ibu sudah menyiapkan air hangat. Kalian bisa mandi menggunakannya bertiga. Nanti, Ibu buatkan minuman hangat untuk kalian, ya!”
Situasi itu membuat Sungmin dan Ryeowook sedikit canggung tapi nyaman, “Keluargamu ramah sekali, Donghae..” Bisik Ryeowook.
Donghae hanya tersenyum sambil berjalan menaiki tangga yang pegangannya terbuat dari kayu dan berwarna putih, “Ayo, kita mandi. Nanti kalian pakai bajuku saja,” ajaknya.
Ia masuk ke kamarnya sebentar, kemudian mengambil 3 pasang pakaian dan 2 buah handuk baru untuk kedua temannya.
Beberapa saat setelah mereka selesai mandi, mereka ke ruang makan. Di sana ada Ibu Donghae sudah menyiapkan 3 cangkir coklat hangat dan roti panggang.
“Sudah, mandinya?” tanya Ibu.
Ketiganya mengangguk, “Wahh... harum sekali, Ibu... tahu saja aku sudah lapar..” ucap Donghae.
“Ehm... aku pamit pulang, ya!” ucap Sungmin.
“Eh? Kenapa?” tanya Donghae.
“Ini sudah terlau sore. Aku takut Paman dan Bibiku khawatir”.
“Hmmmm....” Wajah Donghae tampak kecewa, sambil memandang ke arah ibunya.
“Bagaimana kalau kau menelepon ke rumahmu? Kau dapat menggunakan telepon di rumah ini”.
Sungmin tampak sepeti sedang berpikir.
“Ayolah...” bujuk Donghae. Nanti setelah makan, aku dan Ayah pasti akan mengantar kalian pulang”.
“Hmm... baiklah,” ujar Sungmin.
Tak lama setelah menelepon, Sungmin kembali. Mereka menikmati makanan dan minuman yang disajikan oleh Ibu Donghae sambil bercakap-cakap.
“Jadi Sungmin tinggal dengan Paman dan Bibi, ya?” tanya Ibu Donghae, Sungmin mengangguk. “Memangnya orang tua Sungmin ada dimana?”
“Hmmm... Orang tuaku adalah Paman dan Bibiku” Jawabnya singkat.
“Ooh....” Ibu Donghae mengerti akan jawaban Sungmin. Dia berpikir, pasti ada sesuatu yang terjadi di dalam keluarganya yang tidak ingin Sungmin bicarakan, sehingga ia memutuskan untuk tidak bertanya lebih jauh dan beralih kepada Ryeowook. “Ryeowook, kamu tidak mau menelepon ke rumahmu?”
Ryeowook menggeleng sambil tersenyum, “Tidak...”
“Mengapa? Orang tuamu tidak akan khawatir?”
Ryeowook tersenyum dan mengangkat kepalanya, “Tidak. Ayah hari ini tidak pulang”.
“Ibumu ?” tanya Ibu Donghae.
“Ibuku sudah meninggal karena kecelakaan 2 tahun lalu”. Ibu Donghae, Donghae, dan Sungmin terkejut mendengar jawaban Ryeowook dan menghentikan makan mereka sambil menatap wajah anak itu.
Donghae kemudian teringat 2 tahun lalu, saat sekolah mereka heboh karena ada orang tua dari salah seorang siswa meninggal. Biasanya setiap tahun, ayah dari siswa tersebut, yang katanya seorang pianist, selalu mengisi acara di sekolah, namun sejak saat itu tidak lagi. Apakah yang meninggal itu adalah orang tuanya Ryeowook? Kalau ibunya yang meninggal, mengapa ayahnya tidak pernah mengisi acara di sekolah lagi?, pikirnya.
Ryeowook merasa tidak enak karena ditatap oleh tiga pasang mata seperti itu, “Eh.. Tidak usah menatapku seperti itu, aku sudah biasa kok tinggal sendiri di rumah. Lagi pula ada beberapa pegawai Ayah yang menemaniku”.
“Ehmm... Maafkan Bibi,” Ibu Donghae tampak sangat menyesal.
“Tidak apa-apa, bi. Aku tak keberatan bila ada yang bertanya padaku mengenai orang tuaku”.
“Ehm.. Ayahmu kerja apa? Mengapa tidak pulang?” tanya Donghae.
“Ayah mengurus perusahaan keluarga. Karena ada beberapa cabang di luar kota, sehingga dia jarang pulang”.
“Kau pasti sangat kesepian. Sekali-sekali, kau boleh menginap di rumahku. Kau juga Sungmin..” ucap Donghae sambil memeluk Ryeowook yang ada di sebelahnya.
*TBC*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar